Disana air nya terlalu deras
Disini air nya terlalu panas
Apa tak ada air yang biasa saja?
Bibir menohok,hati yang terluka
Diri berdarah,kaki tidak berjalan
Aku,
Aku punya hidupku sendiri
Berdiam diri untuk dicaci
Ditinggal pergi untuk ditimpuki
Aku,
Biarkan saja air itu mendingin
Menanggalkan jantung,untuk dibagi
Meninggikan suara untuk dimengerti
Tanah merah ini terlalu basah
Tanah merah itu terlalu kering
Apa tak ada tempat yang pantas untuk AKU berpijak?
Apa tidak ada? Atau sulit diterima ?
Aku,
Aku punya takdirku sendiri
Menunjukan diri,hanya untuk ditunjuk
Menampilkan senyuman, hanya untuk menjadi dalang
Aku,
Aku boneka kayu
Otakku bekerja dibawah kendali
Orang dalang yang menuntunku disini
Aku,
Aku disini
Berdiri tegak hanya untuk ditimpuki
Mengangkat dagu, hanya untuk ditundukan
Aku,
Aku bisa berjalan sendiri
Singkirkan tangan tangan kotor itu
Aku tak butuh
Biar saja diri ini dungu
Biar saja diri ini bisu
Aku
Aku punya takdirku sendiri
Pelangi saja mengerti
Terlalu banyak warna untuk ku pilih
Aku
Menduduki surya,hanya untuk menyulitkan
Menduduki tahta,hanya untuk menenangkan
Menduduki figura, hanya untuk pameran
Aku, benar aku
Apa tak ada kata selain Aku ?
By : Silvia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar